Artikel

Cegah Kebocoran CPO, Mahasiswa ITSI Ciptakan Sistem Pengawasan Tangki Berbasis IoT dan GPS

IT
Civitas Akademika ITSI
27 July 2026 3 menit membaca 301 views

Sektor logistik dan distribusi Crude Palm Oil (CPO) nasional kerap dihadapkan pada tantangan klasik: ancaman penyusutan muatan akibat kebocoran, praktik pencurian (kencing CPO), hingga keterlambatan pengiriman akibat pelaporan manual. Menjawab tantangan tersebut, inovasi berbasis teknologi mutakhir lahir dari bumi kampus perkelapasawitan.

Sektor logistik dan distribusi Crude Palm Oil (CPO) nasional kerap dihadapkan pada tantangan klasik: ancaman penyusutan muatan akibat kebocoran, praktik pencurian (kencing CPO), hingga keterlambatan pengiriman akibat pelaporan manual. Menjawab tantangan tersebut, inovasi berbasis teknologi mutakhir lahir dari bumi kampus perkelapasawitan.

Abud Jabidi (NIM 220203001), mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), berhasil mengembangkan Sistem Dashboard Distribusi Mobil Tangki CPO Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Flow Sensor, Level Sensor, dan GPS.

Solusi Digital Rantai Pasok Industri Sawit

Selama ini, pengawasan distribusi CPO yang masih bergantung pada pelaporan manual dinilai kurang efisien dan rentan terhadap human error. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi rantai pasok (supply chain) serta berpotensi menurunkan daya saing industri minyak kelapa sawit Indonesia di tingkat global.

Melalui alat dan sistem dashboard yang dirancang oleh Abud Jabidi, pengawasan angkutan CPO kini dapat dilakukan secara real-time dan transparan. Sistem ini memadukan tiga komponen utama:

  • Flow Sensor: Memantau dan mengukur debit aliran muatan secara presisi saat pengisian maupun pembongkaran CPO.
  • Level Sensor: Mengukur ketinggian dan persentase volume volume CPO di dalam tangki guna mendeteksi jika terjadi pengurangan muatan secara mendadak.
  • GPS Tracking: Melacak koordinat lokasi dan pergerakan armada tangki secara akurat dari titik keberangkatan hingga tujuan.

Data dari ketiga sensor tersebut diintegrasikan langsung ke dalam sebuah dashboard digital yang dapat dipantau oleh manajemen logistik kapan saja dan di mana saja.

Laras dengan Asta Cita Presiden dan Target SDGs

Inovasi teknologi tepat guna ini tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis di lapangan, tetapi juga sejalan dengan agenda strategis nasional dan global:

  1. Asta Cita Presiden RI (Khususnya Asta Cita ke-5): Berkontribusi langsung dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional dengan meningkatkan efisiensi serta mengamankan nilai tambah rantai pasok industri sawit. Selain itu, sejalan pula dengan Asta Cita ke-2 dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional berbasis teknologi.
  2. Sustainable Development Goals (SDGs):
    • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): Mendorong inovasi teknologi dan modernisasi infrastruktur industri sawit.
    • SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Menjamin efisiensi produksi dan meminimalkan hilangnya sumber daya (resource loss) selama proses distribusi.

Apresiasi Rektor ITSI dan Rencana Pendaftaran HKI

Inovasi ini disidangkan di hadapan tim penguji bertaraf akademis tinggi. Riset skripsi ini dibimbing langsung oleh dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Ir. Andi Prayogi, S.Kom., M.Kom.

Adapun ujian skripsi dihadiri langsung oleh Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M. sebagai Penguji 2, serta Muhammad Akbar Syahbana Pane, S.T., M.Sc. sebagai Penguji 1.

Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas karya yang dihasilkan mahasiswa Progam Studi Sistem dan Teknologi Informasi tersebut.

“Teknologi semakin berkembang dan sangat membantu aktivitas produksi CPO. Saya berharap alat ini dapat dikembangkan lagi ke tahap produksi agar dapat digunakan untuk kemaslahatan umat dan tercapainya Visi dan Misi Institut Teknologi Sawit Indonesia,” ujar Dr. Purjianto.

Ia menambahkan bahwa ITSI berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan utama dalam pengembangan IPTEK berkelanjutan di sektor perkebunan.

“ITSI siap menjadi dan menjembatani tempat atau wadah di mana teknologi yang berkaitan dengan dunia perkebunan, khususnya sawit, untuk mengembangkan IPTEK yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan karya intelektual dan pembentukan ekosistem riset yang berkelanjutan, alat berbasis IoT ini selanjutnya akan mendaftarkan hak cipta/patennya ke Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ITSI.

Bagikan: