Artikel

Menekan Angka Kecelakaan Kerja Kebun Sawit, Mahasiswa STI ITSI Ciptakan Helm Pintar Berbasis IoT

IT
Civitas Akademika ITSI
27 July 2026 3 menit membaca 248 views

Sektor perkebunan kelapa sawit menyimpan potensi ekonomi luar biasa bagi Indonesia, namun tantangan keselamatan kerja di area operasional lapangan masih menjadi perhatian serius. Medan perkebunan yang sangat luas, terpencil, serta minim infrastruktur komunikasi kerap menyulitkan pengawasan keselamatan para pekerja secara real-time.

Sektor perkebunan kelapa sawit menyimpan potensi ekonomi luar biasa bagi Indonesia, namun tantangan keselamatan kerja di area operasional lapangan masih menjadi perhatian serius. Medan perkebunan yang sangat luas, terpencil, serta minim infrastruktur komunikasi kerap menyulitkan pengawasan keselamatan para pekerja secara real-time.

Menjawab permasalahan krusial tersebut, Rasyid Abdullah Habib Syaban (NIM 220203025), mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), menghadirkan inovasi tepat guna bertajuk “Prototipe Helm Pintar Internet of Things (IoT) untuk Keselamatan Pengamanan Lapangan pada Perkebunan Kelapa Sawit”.

Urgensi K3: Menjawab Tingginya Risiko Kecelakaan Kerja Nasional

Inovasi helm pintar ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan di mana sistem pengawasan manual tidak lagi memadai untuk menjamin perlindungan pekerja. Potensi bahaya di perkebunan mulai dari tertimpa pelepah/TBS, sengatan hewan liar, hingga kecelakaan transportasi perkebunan terfleksi nyata dalam data statistik nasional.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak 224.000 dari total 370.000 kasus kecelakaan kerja nasional (setara 60,5 persen) terjadi di sektor perkebunan sawit. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 169.000 kasus.

Prototipe helm pintar ini dirancang terintegrasi dengan dashboard pemantauan terpusat untuk mendeteksi bahaya, memantau posisi, serta memberikan sinyal darurat (SOS) secara real-time saat pekerja berada di area berisiko tinggi.

Laras dengan Asta Cita Presiden dan Target SDGs Global

Inovasi helm pintar berbasis IoT ini tidak sekadar menjadi karya akademis, tetapi juga selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan indikator keberlanjutan global:

1. Relevansi dengan Asta Cita Presiden RI

  • Asta Cita ke-4: Memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Sains, dan Teknologi. Helm pintar ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi mutakhir untuk melindungi SDM industri perkebunan nasional.
  • Asta Cita ke-8: Memperkuat perlindungan tenaga kerja dan penyelarasan lingkungan kerja yang aman guna mewujudkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.

2. Contribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

  • SDG 3 (Good Health and Well-being): Menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perkebunan.
  • SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): Mendorong lingkungan kerja yang aman, layak, dan terlindungi bagi seluruh pekerja lapangan.
  • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): Mempercepat modernisasi teknologi dan inovasi berbasis IoT di sektor agribisnis kelapa sawit.

Apresiasi Rektor ITSI dan Rencana Pendaftaran HKI

Riset skripsi ini dikembangkan di bawah bimbingan langsung dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi ITSI, Ir. Andi Prayogi, S.Kom., M.Kom.

Dalam ujian akhir skripsi, karya inovatif ini diuji langsung oleh Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M. sebagai Penguji 2, serta Muhammad Akbar Syahbana Pane, S.T., M.Sc. sebagai Penguji 1.

Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang berdampak langsung bagi sektor industri perkebunan ini.

“Teknologi semakin berkembang dan sangat membantu aktivitas keselamatan serta efisiensi pengawasan. Saya berharap alat ini dapat dikembangkan lagi ke tahap produksi agar dapat digunakan untuk kemaslahatan umat dan tercapainya Visi dan Misi Institut Teknologi Sawit Indonesia,” ungkap Dr. Purjianto.

Ia menegaskan kembali komitmen ITSI dalam mengawal riset-riset aplikatif yang memberi solusi nyata di lapangan.

“ITSI siap menjadi dan menjembatani tempat atau wadah di mana teknologi yang berkaitan dengan dunia perkebunan, khususnya sawit, untuk mengembangkan IPTEK yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Guna menjaga orisinalitas riset serta membangun ekosistem inovasi kampus yang berkelanjutan, inovasi Helm Pintar IoT ini selanjutnya akan didaftarkan ke Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ITSI.

Bagikan: