{"id":4549,"date":"2024-10-28T11:46:08","date_gmt":"2024-10-28T04:46:08","guid":{"rendered":"https:\/\/itsi.ac.id\/?p=4549"},"modified":"2024-10-28T11:46:08","modified_gmt":"2024-10-28T04:46:08","slug":"pemanis-pintar-pengering-mekanis-kopi-berbasis-arduino-uno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/pemanis-pintar-pengering-mekanis-kopi-berbasis-arduino-uno\/","title":{"rendered":"&#8220;Pemanis Pintar : Pengering Mekanis Kopi Berbasis ARDUINO UNO&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>Penanaman tanaman kopi yang masif oleh petani menghadapi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan. Permasalahan tersebut ialah kesiapan sarana pengolahan pascapanen yang cukup kompleks dan harus mendukung ketercapaian standar mutu biji kopi yang ditetapkan. Sarana penting yang harus ada pada tahapan proses pascapanen komoditas kopi ialah sarana pengeringan biji kopi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4550 size-large\" src=\"https:\/\/itsi.ac.id\/wp\/wp\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-28-at-11.35.33-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" \/>Metode pengeringan konvensional yang umum digunakan, seperti paranet atau terpal, banyak diterapkan Namun, metode pengeringan kopi ini menghadapi masalah kelembaban tinggi, minimnya sinar matahari, dan anomali cuaca, yang memperlambat proses pengeringan dan menurunkan kualitas biji kopi, bahkan berisiko memunculkan toksin Ocratoxin-A. Ruang pengering tertutup tanpa sirkulasi udara juga berdampak negatif, memicu jamur, hama, dan menurunkan cita rasa kopi. Program ini menerapkan pengeringan mekanis tertutup berbasis ARDUINO UNO dengan sensor untuk menjaga standar mutu pengolahan kopi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4551 size-large\" src=\"https:\/\/itsi.ac.id\/wp\/wp\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-28-at-11.38.06-768x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p>1. Menciptakan alat dan teknologi tepat guna yang cerdas berbasis IT<br \/>\n2. \u2060Mendukung perbaikan mutu cita rasa Kopi<br \/>\n3. \u2060Mendukung IKU Perguruan Tinggi terutama IKU 2 tentang Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus dan IKU 5 tentang Hasil Kerja Dosen Digunakan Oleh Masyarakat Atau Mendapat Rekognisi Internasional<br \/>\n4. \u2060Mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) dibidang : Industri, Inovasi, dan Infrastuktur; Kemitraan untuk Mencapai Tujuan; Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4552 size-large\" src=\"https:\/\/itsi.ac.id\/wp\/wp\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-28-at-11.33.17-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" \/>Alat yang dihasilkan dari penelitian ini dapat memotong masa pengeringan yg awalnya bisa lebih dari 7 hari, hanya menjadi 2 hari. Proses pengeringan juga tidak bergantung dengan cuaca, dapat dikontrol, konsisten, serta terukur. Sehingga biji kopi yang dihasilkan dapat terjaga kualitasnya.<\/p>\n<p>Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat\u00a0 :<\/p>\n<p>Rahmad Dian, S.Kom., M.Kom<br \/>\nBudi Mulyara, S.Pi., M.Sc<br \/>\nRatu Mutiara Siregar, S.Kom., M.Sc<br \/>\nMaisarah, S.Si., M.T<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanaman tanaman kopi yang masif oleh petani menghadapi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan. Permasalahan tersebut ialah kesiapan sarana pengolahan pascapanen yang cukup kompleks dan harus mendukung ketercapaian standar mutu biji kopi yang ditetapkan. Sarana penting yang harus ada pada tahapan proses pascapanen komoditas kopi ialah sarana pengeringan biji kopi. Metode pengeringan konvensional yang umum digunakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4553,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengabdian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4549\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/itsi.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}